Ibu Unggah Foto Prananda Mencium Megawati Menjelang Kongres PDI Perjuangan, Simbol Keharmonisan Keluarga Politik

lubaiaktual.com/ – Ketua DPP PDIP Puan Maharani memposting foto bersama Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo saat mencium Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjelang Kongres ke-6 PDIP. Unggahan ini langsung menarik perhatian publik dan memicu kembali perhatian terhadap dinamika keluarga politik di dalam partai berlambang banteng tersebut.

Foto itu dibagikan Puan melalui akun Instagram @puanmaharaniri sekitar pukul 14.30 WITA, dengan lokasi yang ditandai di Bali. Dalam keterangan foto yang diunggah, Puan hanya menulis satu kata singkat, “Bismillah,” yang menandai momen kebersamaan tersebut.

Kongres PDIP sendiri dijadwalkan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, pada Jumat. Acara ini diselenggarakan secara tertutup dengan pengamanan yang ketat, di mana hanya kader tertentu yang memiliki akses masuk ke area acara.

Simbol Keharmonisan di Tengah Isu Konflik

Dalam foto tersebut, kedua anak Megawati terlihat mencium Presiden ke-5 RI itu di sebuah ruangan yang didekorasi dengan lambang Garuda Pancasila, bendera Merah Putih, dan bendera PDIP. Megawati dan Prananda tampak memakai kalung tanda pengenal Kongres 6 PDIP bertajuk “Satyam Eva Jayate” dengan tema “Berderap Dalam Satu Rampak Barisan,” sementara Puan terlihat tidak memakai kalung tersebut.

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai momen kebersamaan ini sebagai simbol hubungan harmonis antara Puan dan Prananda. “Masih ada pihak-pihak yang ingin membuat seolah-olah keduanya memiliki konflik,” ujarnya.

Isu mengenai hubungan yang tidak harmonis antara Puan dan Prananda telah beberapa kali dibantah oleh internal partai. Menurut Deddy, keduanya memiliki peran yang berbeda di PDIP, tetapi tetap akrab sebagai saudara maupun sesama pengurus partai.

Penjelasan Elit PDIP

Ketua DPP PDIP Said Abdullah juga menegaskan bahwa keharmonisan antara Puan dan Prananda terlihat tidak hanya di lingkup keluarga tetapi juga dalam pekerjaan partai. Said menambahkan bahwa keduanya telah tumbuh bersama dalam lingkungan PDIP sejak lama.

Menurut Deddy, Prananda lebih fokus pada pengembangan internal partai, sedangkan Puan lebih banyak bergerak di bidang politik dan kenegaraan. Perbedaan peran ini dianggap saling melengkapi dan bukan tanda konflik.

Said mencontohkan momen kedekatan Puan dan Prananda yang terlihat dalam acara Bimbingan Teknis PDIP di Bali sebagai bukti nyata keharmonisan keduanya. “Foto-foto seperti itu menunjukkan hubungan yang baik dan harmonis,” kata Said.

Bahkan, para elit PDIP secara umum menolak anggapan bahwa perbedaan pendapat atau pembagian tugas menunjukkan adanya faksi atau konflik internal di dalam partai. Mereka menyebut isu tersebut tidak berdasar.

Momen unggahan foto terbaru ini semakin memperkuat klaim tersebut. Dalam konteks menjelang Kongres ke-6 PDIP, kebersamaan keluarga Megawati tampak ingin menunjukkan kesolidan partai.

Kongres PDI Perjuangan Berlangsung Tertutup

Kongres PDI Perjuangan di BNDCC diadakan secara tertutup. Akses ke lokasi hanya diberikan kepada kader yang memiliki tanda pengenal khusus. Kader partai lainnya juga menjaga area sekitar kongres dengan ketat.

Puan sendiri mengunggah dua foto dalam momen tersebut. Salah satu foto menampilkan Prananda mencium Megawati, sementara di foto lainnya Puan melakukan hal yang sama.

Unggahan tersebut mendapat respons yang luas dari publik dan para pendukung partai yang mengaitkannya dengan persatuan di dalam PDIP menjelang kongres. Banyak orang melihat ini sebagai tanda bahwa keluarga Megawati bersatu menghadapi agenda besar partai.

Bagi PDIP, momen ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai isu yang sempat beredar. Dengan dukungan dari elite partai, foto tersebut diartikan sebagai penegasan bahwa kebersamaan tetap menjadi prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *