Warga Desa Kepala Siring Kec. Kikim Tengah Kab.Lahat Menderita Sakit Liver, Perut Membengkak, Minta Perhatian Bupati Lahat dan Dinkes

LAHAT, lubaiaktual.com – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Saidi, warga Desa Kepala Siring, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Pria yang diketahui memiliki keterbatasan fisik ini kini sedang berjuang melawan penyakit liver yang dideritanya, yang ditandai dengan kondisi perut yang semakin membengkak dan tubuh yang terlihat sangat kurus.

Berdasarkan informasi yang diterima, Saidi sebenarnya pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nasib kurang beruntung menimpanya. Karena keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki biaya yang cukup untuk menutupi biaya pengobatan serta perawatan, Saidi akhirnya terpaksa pulang kembali ke rumah tanpa mendapatkan pengobatan yang maksimal dan tuntas.

Kondisi hidup Saidi yang tinggal bersama istrinya ini juga sangat memprihatinkan. Dengan kondisi fisik yang tidak lagi memungkinkan untuk bekerja dan tidak adanya sumber penghasilan yang tetap, beban hidup dan biaya pengobatan menjadi hal yang sangat berat bagi keluarga ini.

Melalui media sosial, keluarga dan warga sekitar pun mengimbau agar kasus ini dapat segera mendapatkan perhatian dari pihak berwenang. Mereka memohon kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat agar dapat turun tangan, melakukan pengecekan kondisi kesehatan, serta memberikan kemudahan akses pengobatan bagi Saidi.

Tidak hanya itu, harapan besar juga ditujukan langsung kepada pemimpin daerah. Warga memohon agar Bapak Bupati Lahat, Bursa Zarnubi, dan Ibu Wakil Bupati Lahat, Widya Ningsih , dapat memberikan perhatian khusus dan turun tangan membantu meringankan beban yang sedang dialami oleh Saidi.

“Kami berharap Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati beserta jajaran Dinas Kesehatan dapat melihat kondisi ini. Saidi sangat membutuhkan uluran tangan agar bisa segera mendapatkan pengobatan yang layak,” ujar Angga Wijaya (Ketua PGK Kikim Tengah) yang membagikan informasi ini.

Masyarakat berharap, permohonan ini tidak berhenti hanya sebagai informasi di media sosial, namun dapat menjadi perhatian serius sehingga bantuan medis dan sosial segera dapat diberikan sebelum kondisinya semakin memburuk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *