SFF 2025 Ajak Hidup Fesyen Bebas Sampah, Penuh Edukasi

SFF-2025-Ajak-Hidup-Fesyen-Bebas-Sampah-Penuh-Edukasi

LubaiAktual.id – Sustainable Fashion Fest (SFF) 2025 kembali digelar di The Ambengan Tenten (TAT), Denpasar, pada akhir pekan lalu, yaitu dari Sabtu (2/8) hingga Minggu (3/8). Ajang ini menjadi perhelatan mode berkelanjutan terbesar di Pulau Bali yang menarik perhatian banyak kalangan.

Dengan tema utama “Gaya Tanpa Sampah”, SFF 2025 berupaya aktif mendorong konsumen untuk mengurangi pembelian pakaian baru dan beralih ke gaya hidup fesyen yang lebih sadar dan bertanggung jawab.

Event Lead SFF 2025, Annisa Fauziah, menjelaskan bahwa seringkali orang membeli pakaian hanya karena murah, namun kemudian tidak dipakai lagi.

“Baju itu masih dalam kondisi bagus, tetapi mungkin karena modelnya kurang disukai atau warnanya tidak sesuai,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya untuk tidak membuang pakaian yang masih layak pakai, karena bisa ditukar atau diberikan kepada orang lain.

Menurut data yang dikumpulkan oleh panitia, sampah kain di Indonesia mencapai 3,9 ton per tahun, namun hanya sedikit sekali yang didaur ulang.

“Dari jumlah tersebut, kurang dari satu persen saja yang berhasil diolah kembali,” tambah Annisa.

Ia juga menyampaikan bahwa baju yang tidak lagi disukai bisa jadi favorit bagi orang lain. Melalui SFF 2025, ajang ini memberikan kesempatan bagi pakaian tak terpakai untuk tidak menjadi limbah, melainkan dapat berguna kembali.

Kegiatan yang Menyentuh Hati dan Memberdayakan

SFF 2025 dirancang sebagai acara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan memberdayakan. Pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai aktivitas seperti clothes swap (tukar pakaian), talkshow, workshop inspiratif, serta fashion show yang menarik. Selain itu, ada juga repair corner yang memungkinkan pengunjung memperbaiki pakaian yang rusak.

Seluruh rangkaian acara ini dirancang untuk menciptakan ruang yang inklusif, di mana konsumen, pelaku industri, komunitas kreatif, dan pembuat kebijakan bisa bersatu dalam satu ekosistem yang mendorong perubahan positif.

Dalam hal ini, Executive Director ASEAN Foundation Piti Srisangnam menyatakan bahwa SFF 2025 membuktikan bahwa perubahan berarti bisa tumbuh kuat dari solusi lokal berbasis komunitas.

Peran Industri Kreatif dalam Mendorong Keberlanjutan

Sebagai salah satu mitra strategis dalam SFF 2025, Bali Creative Industry Center (BCIC) menegaskan pentingnya peran industri kreatif dalam meningkatkan kesadaran dan aksi nyata terhadap isu keberlanjutan.

Dickie Sulistya, kepala Balai Pemberdayaan Fesyen dan Kriya yang mewakili BCIC, menyampaikan harapan agar penyelenggaraan SFF terus mendapatkan dukungan kelembagaan yang lebih kuat.

Ia menilai bahwa kreativitas memiliki kekuatan besar sebagai motor penggerak perubahan dalam mendorong praktik fesyen yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Dengan adanya SFF 2025, diharapkan semakin banyak orang yang sadar akan dampak lingkungan dari gaya hidup konsumtif mereka.

Perubahan Dimulai dari Tindakan Kecil

Sustainable Fashion Fest 2025 menjadi pengingat kuat bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil sehari-hari.

Memilih untuk memakai ulang, memperbaiki pakaian yang rusak, dan mendukung merek lokal yang bertanggung jawab adalah wujud nyata dari aktivisme gaya hidup yang berdampak positif.

Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, SFF 2025 diharapkan menjadi awal dari perubahan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *