AZIZAH, SISWI SDN 16 LAHAT KEMBALI UKIR PRESTASI GEMILANG DI KEJURDA INKAI SUMATERA SELATAN KEMBALI BAWA PULANG MEDALI EMAS

Lahat, lubaiaktual.com – 4 April 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Lahat. R.A. Nur Azizah Hafizah, siswi kelas VI SD Negeri 16 Lahat, sukses mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) INKAI se-Sumatera Selatan.Azizah, sapaan akrabnya, merupakan putri kelahiran Lahat, 10 Desember 2013. Meski usianya masih belia, namanya sudah cukup dikenal di dunia olahraga karate, khususnya pada nomor komite putri. Berkat ketekunan dan semangat juangnya, Azizah kembali menunjukkan performa terbaik dengan meraih medali emas pada kelas pemula komite -45 kg putri, serta medali perunggu pada kategori kata beregu putri dalam ajang tersebut.

Prestasi ini menambah deretan pencapaian gemilang yang telah ia raih sebelumnya. Azizah tercatat pernah dua kali menyabet medali emas pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Lahat, serta meraih medali perak di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Tak hanya itu, pada kejuaraan sebelumnya, ia juga berhasil membawa pulang medali emas di kelas komite putri dalam ajang kejuaraan karate Danyon Arhanud 12/SBP CUP yang berlangsung pada 31 januari hingga 1 Februari 2026 juga berhasil membawa medali emas di kelas komite open turnamen putri.

Pelatihnya, Senpai Ziko, menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan dan dedikasi Azizah dalam menekuni seni bela diri karate di bawah naungan INKAI.Menurutnya, keberhasilan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari latihan yang konsisten, disiplin, serta kemauan kuat untuk terus belajar dan berkembang.

“Azizah adalah contoh atlet muda yang memiliki tekad luar biasa. Ia terus berlatih dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan selalu menunjukkan semangat juang tinggi di setiap pertandingan,” ungkapnya.

Meski telah mengukir banyak prestasi, Azizah tetap dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Di balik sederet medali yang diraihnya, ia tetap menjalani kehidupan sehari-hari layaknya anak-anak seusianya.

Hal ini menjadi nilai lebih yang menunjukkan bahwa prestasi tidak harus mengubah kepribadian seseorang menjadi tinggi hati. Keberhasilan Azizah juga menjadi inspirasi penting bagi generasi muda, khususnya para pelajar, untuk lebih memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif.

Di tengah maraknya penggunaan gawai dan kecenderungan anak-anak menghabiskan waktu untuk bermain ponsel, kisah Azizah menjadi bukti nyata bahwa fokus, disiplin, dan kerja keras dapat membawa hasil yang luar biasa.

Prestasi yang diraih bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang proses panjang yang melatih mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab.Aktivitas seperti olahraga, khususnya bela diri, mampu membentuk karakter kuat, meningkatkan kepercayaan diri, serta menanamkan nilai sportivitas sejak dini.Harapannya, pencapaian yang telah diraih Azizah dapat terus berlanjut hingga ke tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional. Dukungan dari keluarga, sekolah, serta pelatih diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi Azizah untuk terus berkembang dan menggapai cita-citanya.Lebih dari sekadar prestasi, kisah Azizah adalah pengingat bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan positif.

Dibandingkan menghabiskan waktu berlebihan dengan gawai, menekuni bidang yang disukai dengan sungguh-sungguh akan membuka peluang besar untuk meraih masa depan yang gemilang.(DN)