PDIP Menggelar Kongres VI Secara Rahasia di Bali, Megawati Hadir

LubaiAktual.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Kongres VI di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, pada Jumat (1/8). Kongres tersebut diselenggarakan secara tertutup, dengan dihadiri ribuan kader PDIP dari berbagai daerah di Indonesia.

Pengawasan Kilat Posdi di lokasi, tidak banyak terlihat bendera-bendera di sepanjang jalan mendekati BNDCC. Namun, di dalam kawasan tersebut berkibar beberapa bendera PDIP bersamaan dengan bendera merah putih.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dilaporkan hadir ke lokasi acara sekitar pukul 13.30 WITA. Kongres yang diadakan secara tertutup tersebut untuk mengukuhkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP periode 2025-2030.

Wilayah BNDCC dijaga ketat oleh petugas keamanan dari PDIP, Satgas Cakra Buana. Pihak yang tidak memakai tanda pengenal khusus dari panitia acara dilarang memasuki wilayah BDNCC.

Acara besar ini diadakan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan grasi kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto yang dihukum 3 tahun 6 bulan penjara dalam kasus suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI periode 2019-2024 dan menghalangi penyidikan Harun Masiku.

Pesta Kongres ini diadakan setelah PDIP menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan di Bali Beach Convention Center, Denpasar, pada Rabu (30/9). Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI dan DPRD Fraksi PDIP se-Indonesia yang jumlahnya sekitar 3.200 peserta.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus, menyatakan forum Bimtek yang telah diadakan sebagai momentum penting untuk mendengarkan aspirasi kader bawah sekaligus memperkuat langkah partai secara nasional.

“Sebagai partai, kita harus mendengar pandangan dari kader PDIP. Sekarang ada banyak isu penting, seperti putusan MK, sistem pemilu ke depan, hingga kebijakan pemerintah yang perlu diselaraskan dengan daerah,” kata Deddy di Bali, Kamis (31/7).

Ia menambahkan, anggota legislatif dari fraksi PDIP harus menyatukan frekuensi dan mencari inovasi untuk memperkuat kinerja politik.

“Contohnya, Pak Wayan Koster mempresentasikan perencanaan jangka panjang Bali selama 100 tahun. Ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain, agar tidak setiap pergantian kepala daerah malah mengganti rencana pembangunan,” jelasnya.

Mengenai arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara tersebut, Deddy menyampaikan bahwa pesan utamanya adalah menjaga soliditas partai.

“Secara umum, Ibu Megawati mengingatkan agar partai tetap solid sebagai organisasi dan memiliki frekuensi perjuangan yang sama,” katanya.

Selanjutnya, Deddy menyampaikan bahwa Megawati meminta seluruh kader untuk menciptakan suasana kondusif bagi pemerintahan Prabowo Subianto, selama kebijakannya bersifat pro rakyat dan menjaga bangsa.

“Ibu menegaskan bahwa kita mendukung pemerintah dalam arti mendukung segala upaya yang positif untuk menjaga negara, menghadapi krisis fiskal, defisit, pembayaran utang luar negeri, tantangan geopolitik, hingga tekanan ekonomi global,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *