Sungai Rotan, Muara Enim
LubaiAktual.id
Hari Minggu (13/4/2025), suasana Desa Sukajadi, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, tampak lebih semarak dari biasanya.
Warga berbondong-bondong menghadiri acara resepsi pernikahan Fitanti dan Cendra Andesa.
Camat Sungai Rotan, Chandra Firmansyah, SE., M.Si., hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang duduk bersanding bagai raja dan ratu.
“Saya ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Fitanti dan Cendra,” kata Chandra.
Resepsi itu mempertemukan dua keluarga besar. Fitanti adalah putri keenam dari pasangan Bapak Saipul dan Ibu Yanti asal Desa Sukajadi. Sedangkan Cendra Andesa merupakan putra bungsu dari Bapak Hasan Basri dan Ibu Rohaya dari Desa Danau Rata.
Dalam sambutannya, Camat Chandra mengungkapkan rasa bahagia dapat hadir secara langsung.
“Saya bersyukur bisa menyaksikan momen spesial ini bersama warga Sukajadi,” ujarnya.
Menurut Chandra, ia menerima banyak undangan pernikahan pada hari yang sama. Namun, ia memilih hadir di Desa Sukajadi sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan dengan masyarakat.
“Semoga pasangan pengantin menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan diberi keturunan yang saleh dan salihah,” tambahnya.
Kehadiran camat disambut hangat oleh warga Sukajadi. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai oleh pemerintah kecamatan.
“Kami bangga dan senang Camat hadir langsung ke desa,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Menurutnya, sosok Camat Chandra dikenal dekat dengan warga. Ia sering turun langsung menghadiri kegiatan masyarakat di desa-desa wilayah Sungai Rotan.

Selain camat, acara juga dihadiri oleh kepala desa dari dua desa, yaitu Danau Rata dan Sukajadi. Keduanya tampak akrab dan bersilaturahmi hangat di sela acara.
Warga menyambut acara dengan suka cita. Mereka menikmati kebersamaan, iringan musik, serta hidangan khas desa yang disajikan dalam resepsi.
Acara berlangsung lancar dari awal hingga akhir. Sesi foto bersama menjadi momen favorit keluarga dan tamu undangan.
Silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah terasa begitu kuat. Tidak ada sekat antara pejabat dan warga biasa.
“Saya sangat terharu. Beliau datang bukan sekadar formalitas,” ungkap seorang warga lainnya.
Kehadiran camat memberi makna besar bagi keluarga mempelai dan masyarakat sekitar. Apalagi di era ketika jarak antara rakyat dan pejabat kerap terasa jauh.
Di akhir acara, Camat Chandra sempat berbincang santai dengan warga. Ia menanyakan kabar desa dan mendengarkan langsung harapan masyarakat.
Langkah sederhana ini dinilai mampu mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan dan warga.
“Kami ingin hadir bukan hanya saat acara seremonial. Tapi juga saat warga butuh,” ucap Chandra sebelum meninggalkan lokasi.
Warga berharap kebersamaan seperti ini bisa terus terjaga. Tidak hanya saat pesta, tapi juga dalam pembangunan dan pelayanan publik.(Umar Dani)











