Petugas DLH Lahat Arogan, Tantang Warga “Bekapak’an” Saat Ditegur Lempar Karung Sampah ke Mobil

Lahat, lubaiaktual.com/ – Warga Kelurahan Talang Jawa Utara, Kabupaten Lahat, dibuat geram dengan perilaku arogan oknum petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat. Alih-alih menjaga sopan santun dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, salah satu petugas justru menantang warga untuk “bekapak'an (saling bacok) ” hanya karena ditegur atas ulahnya melempar karung sampah ke atas mobil warga.

Kejadian ini bermula ketika petugas kebersihan DLH sering kali tidak mengembalikan karung sampah milik warga setelah mengambil sampah. Jika pun dikembalikan, sering dilempar sembarangan tanpa peduli kondisi sekitar.

Warga bernama Johan, yang tinggal di kawasan Talang Jawa Utara, mencoba menegur dengan baik agar petugas bekerja dengan benar. Namun, bukannya mendapat permintaan maaf, ia malah menerima tantangan “ bekapak’an ” dari oknum petugas tersebut. Lebih parah lagi, petugas itu dengan lantang mengatakan agar Johan tidak perlu membayar lagi, karena mereka tidak akan mau mengambil sampahnya lagi.

Ironisnya, kejadian serupa tidak hanya dialami Johan. Ujang, seorang tokoh masyarakat Lahat sekaligus Owner Media Online Lahat Hotline , juga sering kehilangan karung sampah dan mengaku menerima kata-kata kasar dari petugas kebersihan DLH.

“Bukan hanya soal karung yang hilang, tapi bahasanya juga tidak pantas diucapkan petugas kepada warga, dan ini bukan hanya dengan kami, hampir semua warga menerima perilaku ini” katanya kecewa.

Merasa tidak terima dengan perilaku petugas tersebut, Johan sempat melapor langsung melalui pesan WhatsApp kepada Edward , Kabid Bidang 1 DLH Kabupaten Lahat. Namun tanggapan yang diterimanya sangat mengecewakan.

“Baik pak, akan kami sampaikan ke bidang yang bersangkutan,” begitu jawaban Edward, tanpa ada tindak nyata.

Hingga lima hari kerja berlalu, tidak ada petugas yang datang mengambil sampah di rumah Johan. Warga yang mengira DLH Kabupaten Lahat tidak tegas, bahkan terkesan membiarkan perilaku arogan anak buahnya di lapangan.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: di mana tanggung jawab pimpinan DLH Kabupaten Lahat, M. Dodi Nasoha ?

Masyarakat menilai lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan justru mempermalukan citra pemerintah daerah dengan pelayanan yang buruk dan perilaku petugas yang tak layak ditiru.

“Kalau kepala dinasnya tegas, tidak mungkin ada kejadian seperti ini. Tapi kalau sudah dibiarkan, berarti memang tidak perlunya dari atas,” ujar Rahmat salah satu warga yang mengetahui hal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Kabupaten Lahat yang dipimpin oleh M. Dodi Nasoha belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan sikap arogan dan pelayanan buruk petugas kebersihan di lapangan. Apalagi sampah di rumah Johan sudah 6 hari kerja tidak pernah diambil.

Sementara warga berharap Bupati Lahat turun tangan langsung menindak tegas oknum petugas dan menyalakan kinerja pimpinan DLH yang dinilai tidak karena mengatur bawahannya.