Karyawan PT DAM Gelar Aksi Damai di Depan PT ACI, Tuntut Pembayaran Invoice Rp100 Miliar Lebih yang Tertunggak Selama 4 Tahun

Lahat, lubaiaktual.com/ – Sekitar 100 karyawan PT Dana Artha Mining (PT DAM) menggelar aksi demonstrasi damai di depan kantor PT Anugrah Covindo Indonesia (PT ACI) yang berlokasi di Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, pada Selasa (tanggal belum disebutkan). Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Humas PT DAM, Syaikh Muhammad Amirullah, didampingi Hendro, untuk menuntut pembayaran invoice senilai lebih dari Rp100 miliar yang telah tertunggak selama lebih dari empat tahun.

Keterlambatan pembayaran tersebut berdampak serius pada kondisi keuangan perusahaan, sehingga PT DAM kesulitan membayar gaji karyawan.

Perwakilan karyawan menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan tuntutan keadilan agar pihak PT ACI segera menunaikan kewajibannya. “Kami menuntut kejelasan dan tanggung jawab penuh dari PT ACI. Ini sudah lebih dari empat tahun invoice tidak dibayarkan, dan hal ini mengganggu kesejahteraan para pekerja,” ujar Syaikh Muhammad Amirullah dalam orasinya.

Tak lama berselang, perwakilan dari PT BSR datang menemui massa aksi dan menyampaikan informasi bahwa PT ACI telah menyelesaikan proses administrasi invoice beberapa hari sebelumnya dan saat ini tinggal menunggu pencairan dana. PT ACI juga menghimbau agar aksi dilakukan di luar kawasan perusahaan mengingat kondisi cuaca yang panas dan demi menjaga keamanan bersama.

Meski demikian, Wakil Manajer PT DAM, Ganda Taruna, menilai penjelasan tersebut belum memberikan kejelasan yang konkret.

“Kami butuh kepastian, bukan janji. Nilai tagihan lebih dari Rp100 miliar tidak masuk akal bila hendak dicicil hanya Rp1 miliar per bulan. Dengan pola seperti itu, pelunasan bisa memakan waktu puluhan tahun,” tegas Ganda Taruna.

Ia juga menambahkan bahwa PT DAM berharap ada itikad baik dari pihak PT ACI untuk menyelesaikan persoalan ini secara cepat dan terbuka.

Setelah berkoordinasi, pihak PT ACI akhirnya menerima lima perwakilan dari PT DAM, bersama beberapa awak media, untuk berdiskusi langsung di kantor tambang. Pertemuan tersebut berlangsung cukup alot namun kondusif.

Dalam hasil pertemuan itu, PT ACI berjanji akan melunasi seluruh invoice dalam waktu tujuh hari ke depan. Bila janji tersebut tidak terealisasi, pihak PT DAM menyatakan siap menempuh jalur hukum.

Dalam keterangannya kepada media, pihak PT ACI mengakui bahwa pembayaran invoice memang belum dilakukan, tidak hanya di Lahat, namun juga di beberapa wilayah lain seperti Aceh.

Aksi demonstrasi yang berlangsung selama beberapa jam itu akhirnya berakhir damai tanpa insiden, setelah pihak PT DAM menyepakati hasil pertemuan dan menerima janji pelunasan dari PT ACI.

“Kami menghormati komitmen yang disampaikan pihak PT ACI. Namun apabila dalam tujuh hari tidak ada realisasi, kami akan mengambil langkah hukum sesuai prosedur,” ujar Ganda Taruna menutup pernyataan.

Dengan berakhirnya aksi ini, kedua belah pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan pembayaran secara transparan demi keberlanjutan hubungan kerja dan kesejahteraan seluruh karyawan.