DISPORA LAHAT DI BAWAH HASPERI: MENGUATKAN PEMUDA, MEMERANGI NARKOBA

Rahmat Thamrin

Lahat, lubaiaktual.com – Pemuda adalah harapan, tetapi di saat yang sama juga menjadi kelompok paling rentan terhadap berbagai ancaman sosial, salah satunya penyalahgunaan narkoba. Di Kabupaten Lahat, tantangan ini nyata dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun di tengah situasi tersebut, hadir sebuah harapan baru melalui kepemimpinan Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

 

Di bawah nahkoda Hasperi, Dispora tidak hanya bergerak dalam ruang-ruang olahraga dan seremonial, tetapi mulai mengambil peran strategis dalam membangun ketahanan moral dan sosial pemuda. Ini menjadi langkah penting, mengingat pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan pembinaan dan pemberdayaan.

 

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Soekarno, kekuatan pemuda adalah penentu arah bangsa. Namun kekuatan itu bisa menjadi destruktif jika tidak diarahkan dengan baik. Narkoba adalah salah satu ancaman nyata yang dapat menghancurkan potensi besar tersebut.

 

Menariknya, komitmen terhadap pemberantasan narkoba bukan hal baru bagi Hasperi. Selain menjabat sebagai Kepala Dispora, beliau juga merupakan penasehat di Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (YGANN) DPC Lahat—sebuah lembaga yang aktif dalam upaya pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba di tengah masyarakat.

 

Di sisi lain, YGANN DPC Lahat sendiri dipimpin oleh Rahmat Thamrin, seorang aktivis muda yang selama ini konsisten menyuarakan pentingnya penyelamatan generasi muda dari ancaman narkotika. Sinergi antara kepemimpinan Hasperi di Dispora dan gerakan sosial YGANN menjadi kekuatan besar yang patut diapresiasi.

 

Dispora di bawah Hasperi mulai menunjukkan arah kebijakan yang tidak hanya fokus pada pengembangan fisik, tetapi juga pembinaan karakter. Kegiatan kepemudaan yang melibatkan edukasi bahaya narkoba, pembinaan mental, serta penguatan nilai-nilai positif menjadi bagian penting dalam program kerja.

 

Pendekatan ini sangat relevan. Pemuda yang aktif, produktif, dan memiliki ruang ekspresi yang sehat akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, Dispora harus terus memperluas ruang-ruang kegiatan positif, mulai dari olahraga, seni, hingga forum diskusi dan kewirausahaan.

 

Lebih jauh, Dispora juga memiliki peluang besar untuk menjadi garda terdepan dalam gerakan preventif. Kolaborasi dengan organisasi seperti YGANN harus terus diperkuat, sehingga upaya pemberantasan narkoba tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama yang sistematis dan berkelanjutan.

 

Tentu, ini bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, dukungan anggaran, serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kebijakan. Namun, langkah awal yang telah dibangun saat ini memberikan optimisme bahwa arah yang ditempuh sudah tepat.

 

Jika Dispora terus memainkan perannya secara maksimal—bukan hanya sebagai pengelola kegiatan, tetapi sebagai benteng moral pemuda—maka Kabupaten Lahat tidak hanya akan memiliki generasi muda yang kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan bersih dari narkoba.

 

Pada akhirnya, menyelamatkan pemuda dari narkoba adalah menyelamatkan masa depan daerah. Dan hari ini, langkah itu mulai nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *