Lahat, lubaiaktual. Com – Sudah lebih dari 10 hari berlalu sejak warga Talang Jawa Utara melapor, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat tetap bungkam dan tak bergerak. Aduan warga tentang perilaku arogan petugas kebersihan yang menantang “Bekapak'an” dan seenaknya melempar karung sampah ke mobil warga, tak kunjung ditindaklanjuti hingga hari ini.
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Johan, warga Talang Jawa Utara, kepada Edward, Kabid Bidang 1 DLH Lahat, melalui pesan WhatsApp. Namun jawaban yang diterima hanya kalimat datar:
“Baik pak, akan kami sampaikan ke bidang yang bersangkutan.”
Nyatanya, itu hanyalah janji kosong. Sepuluh hari berlalu, tidak ada tindakan, tidak ada klarifikasi, tidak ada kehadiran petugas. Sampai dengan hari ini, sampah di rumah Johan kini menumpuk, berbau, dan menjadi simbol nyata busuknya pelayanan DLH Kabupaten Lahat di bawah pimpinan Dodi Nasuha, sehingga Johan membuang sampahnya sendiri ke TPA.
“Bukan cuma sampah yang membusuk, tapi juga sikap dan tanggung jawab mereka,” sindir Johan kesal.
Kasus ini bukan hanya soal karung sampah, tapi soal mental dan moral aparat pelayanan publik. Petugas yang arogan masih bebas berkeliaran tanpa sanksi, sementara warga yang membayar retribusi malah diperlakukan seperti pengemis.
Bahkan setelah mencuat ke publik, pihak DLH terkesan tidak malu, tidak peduli, dan tidak tanggung jawab.
Tokoh masyarakat Ujang, yang juga Owner Media Lahat Hotline, turut mengecam keras kelakuan DLH.
“Kalau sudah sepuluh hari aduan warga tidak digubris, itu bukan lagi lamban, itu mati rasa! Kepala dinasnya harus turun tangan, bukan pura-pura tidak tahu,” ujarnya lantang.
Warga pun menilai Dodi Nasuha selaku Kepala DLH Kabupaten Lahat telah gagal total dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap bawahannya. Di mata masyarakat, DLH kini identik dengan pelayanan jorok, arogan, dan tanpa tanggung jawab.
“Kalau Dpdi Nasuha tidak mampu menegakkan disiplin, sebaiknya mundur saja. Jangan biarkan DLH jadi tong sampah birokrasi,” tegas salah satu warga lain yang juga merasa dirugikan.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas kebersihan dari DLH Kabupaten Lahat belum juga menjalankan tugasnya dalam mengbil sampah di rumah warga bernama Johan di Talang Jawa Utara, dan pimpinan dinas Dodi Nasoha masih diam seribu bahasa.
Sementara warga terus menunggu: apakah DLH akan tegas, atau justru menunggu sampai kepercayaan publik benar-benar membusuk bersama sampah yang mereka abaikan?











