PAHLAWAN TANPA TANDA JASA ITU ADA DI SDN 13 LAHAT

Guru Gotong Royong Bangun Musala dan Bantu Siswa Kurang Mampu, Sekretaris Disdik Lahat Berikan Dukungan

LAHAT, lubaiaktual.com – Pahlawan tidak selalu hadir dengan tanda jasa yang disematkan di dada. Ada pahlawan yang bekerja dalam kesunyian, mengabdikan diri tanpa banyak tuntutan, serta rela menyisihkan sebagian rezekinya demi kebaikan orang lain. Mereka adalah para guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan teladan tentang keikhlasan, kepedulian, dan pengabdian.

Semangat itulah yang tercermin dari keluarga besar SD Negeri 13 Lahat, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ahmad Hasbi Qodri, S.Pd.SD., M.Pd. Di tengah kesibukan menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa, para guru di sekolah ini juga bergotong royong membangun musala sekolah melalui dukungan dan aspirasi wali murid serta sumbangan rutin dari dewan guru.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar urusan membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan juga tentang menanamkan nilai keimanan, membangun karakter, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekolah.

 

Gotong Royong Membangun Musala

Pembangunan musala SDN 13 Lahat dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan semangat kebersamaan. Pada tahap pertama, dana sebesar Rp16 juta berhasil dihimpun dan digunakan untuk pembangunan.

Memasuki tahap kedua, kebutuhan dana pembangunan mencapai Rp25 juta. Sementara itu, dana yang telah berhasil dihimpun untuk tahap ini mencapai Rp18 juta. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa dukungan terhadap pembangunan musala terus tumbuh melalui partisipasi dan kepedulian bersama.

Di balik pembangunan ini, terdapat semangat gotong royong yang patut diapresiasi. Wali murid dan para guru berusaha mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing demi menghadirkan tempat ibadah yang layak bagi para siswa.

Bagi keluarga besar SDN 13 Lahat, musala bukan hanya bangunan fisik. Lebih dari itu, musala diharapkan menjadi tempat bagi para siswa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membiasakan ibadah, serta menumbuhkan akhlak mulia sejak dini.

 

Guru Rutin Menyisihkan Rezeki Setiap Bulan

Salah satu hal yang membanggakan dari pembangunan musala ini adalah konsistensi para guru dalam menyumbangkan sebagian rezekinya. Pengumpulan sumbangan tidak dilakukan hanya sekali, tetapi menjadi kegiatan rutin setiap bulan.

Pada bulan lalu saja, sumbangan yang berhasil dihimpun dari dewan guru mencapai Rp540.000. Jumlah tersebut merupakan sumbangan untuk satu bulan, sementara para guru terus berupaya menyisihkan rezeki mereka secara rutin setiap bulan untuk mendukung pembangunan musala.

Nominal itu mungkin terlihat sederhana jika dibandingkan dengan keseluruhan kebutuhan pembangunan. Namun, nilai sesungguhnya tidak hanya terletak pada jumlah uang yang terkumpul, melainkan pada keikhlasan dan konsistensi orang-orang yang memberikannya.

Di tengah kebutuhan rumah tangga dan tanggung jawab masing-masing, para guru tetap berusaha menyisihkan sebagian penghasilan demi kepentingan bersama. Mereka menunjukkan bahwa membangun sesuatu yang bermanfaat tidak selalu harus dimulai dengan dana besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kebersamaan dan kepedulian yang terus dijaga.

Inilah teladan yang sesungguhnya. Para guru tidak hanya mengajarkan pentingnya berbagi melalui kata-kata di dalam kelas, tetapi juga memperlihatkannya melalui tindakan nyata.

 

Tak Hanya Membangun Musala, Guru Juga Peduli kepada Siswa Kurang Mampu

Kepedulian keluarga besar SDN 13 Lahat tidak berhenti pada pembangunan sarana ibadah. Para guru juga menyisihkan uang untuk membantu siswa yang kurang mampu di sekolah.

Kepedulian tersebut menunjukkan bahwa perhatian seorang guru tidak hanya terbatas pada nilai rapor dan pencapaian akademik. Mereka juga memperhatikan keadaan dan kebutuhan siswa, terutama anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Bantuan ini memiliki makna yang mendalam. Di balik seragam sekolah dan buku pelajaran, ada anak-anak yang mungkin membutuhkan dukungan lebih agar dapat menjalani pendidikan dengan baik. Kehadiran guru yang peduli menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam memperjuangkan masa depan.

Semangat berbagi ini sekaligus menanamkan pelajaran berharga bagi seluruh siswa: bahwa sesama manusia harus saling membantu, kesulitan orang lain patut diperhatikan, dan kebaikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Ketika guru membantu siswa yang membutuhkan, sesungguhnya mereka sedang mendidik dengan cara yang paling nyata. Mereka menunjukkan bahwa ilmu harus berjalan beriringan dengan akhlak dan kecerdasan harus disertai kepedulian sosial.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Lahat Berikan Dukungan

Kegiatan penuh kepedulian yang dilakukan para guru SDN 13 Lahat tersebut mendapat dukungan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Dr. H. Baslini, M.Pd.

Ia menyampaikan bahwa berbuat baik dan mencari amal jariyah merupakan hal yang semestinya dilakukan oleh seluruh umat Islam. Menurutnya, salah satu bentuk amal jariyah adalah membangun tempat ibadah, baik masjid maupun musala, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Saya kira berbuat baik dan mencari amal jariyah harus dilakukan oleh semua umat Islam. Salah satu amal jariyah itu adalah membangun tempat ibadah, baik masjid maupun musala. Kami mendukung kegiatan guru-guru di SDN 13 Lahat,” ungkap Dr. H. Baslini, M.Pd.

Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Pembangunan musala tidak hanya menghadirkan fasilitas ibadah bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai keagamaan, kebersamaan, dan semangat berbagi sejak dini.

Apresiasi ini sekaligus menegaskan pentingnya membangun budaya kebaikan di lingkungan pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat untuk mencetak generasi yang cerdas secara akademik, melainkan juga tempat menumbuhkan generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

 

Pahlawan Tanda Jasa yang Patut Dibanggakan

Apa yang dilakukan keluarga besar SDN 13 Lahat merupakan gambaran pengabdian yang layak mendapatkan apresiasi. Di bawah kepemimpinan Ahmad Hasbi Qodri, S.Pd.SD., M.Pd., semangat kebersamaan diwujudkan melalui pembangunan musala dan kepedulian terhadap siswa kurang mampu.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung yang megah atau fasilitas yang lengkap. Ada nilai-nilai luhur yang harus terus hidup di lingkungan sekolah, seperti gotong royong, keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama.

Pembangunan musala menjadi ikhtiar untuk memperkuat kehidupan religius siswa, sedangkan bantuan kepada siswa kurang mampu menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan mereka. Keduanya berangkat dari semangat yang sama: memberikan manfaat tanpa harus menunggu diminta dan berbuat baik tanpa selalu mengharapkan balasan.

Pahlawan tanda jasa itu memang ada di SDN 13 Lahat. Mereka mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi melalui pengabdian, ketulusan, dan kepedulian, mereka sedang membangun sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar bangunan, yakni karakter dan harapan bagi generasi penerus bangsa.

Mereka membangun musala dengan semangat kebersamaan. Mereka membantu siswa dengan hati yang penuh kepedulian. Dan setiap hari, mereka tetap berdiri di depan kelas untuk menjalankan tugas mulia sebagai pendidik.

Sebab, guru sejati bukan hanya mereka yang mampu mencerdaskan pikiran, tetapi juga mereka yang menggerakkan hati, memberi teladan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Dari SDN 13 Lahat, kita belajar bahwa kepahlawanan tidak selalu lahir dari tindakan besar yang disaksikan banyak orang. Terkadang, kepahlawanan tumbuh dari sumbangan yang dikumpulkan setiap bulan, dari tangan-tangan yang bergotong royong membangun rumah ibadah, dan dari kepedulian sederhana yang membuat seorang anak merasa diperhatikan.

Terima kasih kepada para guru yang terus mengabdi. Semoga setiap ilmu yang diajarkan, setiap rupiah yang disumbangkan, dan setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah serta inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *